Hai..
Pasti
kalian bertanya-tanya kenapa postingan pertama saya diberi judul "Waskito
Movie" . Sebenernya saya pribadi juga tidak tau, tiba-tiba saja ide itu
muncul. Mungkin karena nama marga saya 'Waskito' dan blog saya memuat tentang
film (?) bisa jadi. Tapi saya juga berharap, suatu saat ketika saya sukses saya
ingin memuat nama marga saya WASKITO menjadi terkenal . Seperti Aburizal Bakrie yang terkenal
dengan marganya Bakrie atau juga seperti Rahmat Gobel. why not ??
Oke
sebenernya tujuan postingan pertama ini adalah saya ingin berpendapat tentang
film-film yang beredar, nasional maupun internasional. Terutama film-film yang
saya sukai seperti action (y)
Entah
mengapa film-film di Indonesia menurut saya kurang kreatif. Apalagi film
horornya, gak bermutu. Maaf kalau menyinggung, tapi memang kenyataannya seperti
itu. Film yang bagus di Indonesia pun biasanya diambil dari novel. Contoh film
Laskar Pelangi karya Andrea Hirata atau Ayat-Ayat Cinta karya Habbiburrahman El-Shirazy.
Itupun mereka tidak bisa memaksimal hasil kerja mereka sama seperti yang ada di
novel. Jujur saja saya bingung, apa yang membatasi mereka sehingga tidak
profesional? Fasilitas? Uang? Atau memang kinerja mereka yang malas ? Saya
tidak tahu.
Sedangkan
film diluar negeri terutama industri perfilman Hollywood, mereka melakukannya
dengan total. Film action ditampilkan dengan editan atau apapun seperti nyata.
Mungkin karena fasilitas mereka memadai dan di dukung dengan pemain
profesional. Bukan hanya di film action, film drama, kartun, horror, ataupun
film psikopat Saw ? Mereka melakukannya dengan total. Tapi yang saya tidak
senangi adalah mereka terlalu fulgar. Dari pakaian sampai cara beradegan
mereka, contoh berciuman (?). Mereka melakukannya dengan biasa tanpa beban.
Apalagi adat kami (Indonesia) yang memang mayoritas muslim melarang kami
melakukan hal-hal yang bukan mukhrim. Dan itu semua membuat saya risih melihat
adegan fulgar sperti itu.
Saya
berharap film dalam negeri (Nasional) lebih ditingkatkan ke profesinalan nya,
lebih kreatif, dan tidak usah meniru adegan film luar negeri (Internasional)
yang memang dari segi perilaku dan adat sudah berbeda. Apalagi seiring
berjalannya waktu teknologi di dunia semakin berkembang. Dan didukung dengan
anak didik negeri yang cerdas.. Saya rasa apa yang tidak mungkin ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar