Kamis, 23 Agustus 2012

Waskito Movie


Hai..
Pasti kalian bertanya-tanya kenapa postingan pertama saya diberi judul "Waskito Movie" . Sebenernya saya pribadi juga tidak tau, tiba-tiba saja ide itu muncul. Mungkin karena nama marga saya 'Waskito' dan blog saya memuat tentang film (?) bisa jadi. Tapi saya juga berharap, suatu saat ketika saya sukses saya ingin memuat nama marga saya WASKITO menjadi terkenal . Seperti Aburizal Bakrie yang terkenal dengan marganya Bakrie atau juga seperti Rahmat Gobel. why not ??

Oke sebenernya tujuan postingan pertama ini adalah saya ingin berpendapat tentang film-film yang beredar, nasional maupun internasional. Terutama film-film yang saya sukai seperti action (y)
Entah mengapa film-film di Indonesia menurut saya kurang kreatif. Apalagi film horornya, gak bermutu. Maaf kalau menyinggung, tapi memang kenyataannya seperti itu. Film yang bagus di Indonesia pun biasanya diambil dari novel. Contoh film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata atau Ayat-Ayat Cinta karya Habbiburrahman El-Shirazy. Itupun mereka tidak bisa memaksimal hasil kerja mereka sama seperti yang ada di novel. Jujur saja saya bingung, apa yang membatasi mereka sehingga tidak profesional? Fasilitas? Uang? Atau memang kinerja mereka yang malas ? Saya tidak tahu.

Sedangkan film diluar negeri terutama industri perfilman Hollywood, mereka melakukannya dengan total. Film action ditampilkan dengan editan atau apapun seperti nyata. Mungkin karena fasilitas mereka memadai dan di dukung dengan pemain profesional. Bukan hanya di film action, film drama, kartun, horror, ataupun film psikopat Saw ? Mereka melakukannya dengan total. Tapi yang saya tidak senangi adalah mereka terlalu fulgar. Dari pakaian sampai cara beradegan mereka, contoh berciuman (?). Mereka melakukannya dengan biasa tanpa beban. Apalagi adat kami (Indonesia) yang memang mayoritas muslim melarang kami melakukan hal-hal yang bukan mukhrim. Dan itu semua membuat saya risih melihat adegan fulgar sperti itu.

Saya berharap film dalam negeri (Nasional) lebih ditingkatkan ke profesinalan nya, lebih kreatif, dan tidak usah meniru adegan film luar negeri (Internasional) yang memang dari segi perilaku dan adat sudah berbeda. Apalagi seiring berjalannya waktu teknologi di dunia semakin berkembang. Dan didukung dengan anak didik negeri yang cerdas.. Saya rasa apa yang tidak mungkin ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar